Bahas BahasaDunia Literasi

Sering Salah! Inilah Perbedaan Namun, Tetapi, dan Tapi yang Jarang Diketahui

Namun, Tetapi, dan Tapi, ternyata ada perbedaannya. Untuk diketahui, 3 kata tersebut berfungsi untuk menunjukkan pertentangan atau perlawanan.

Namun, ketiga konjungsi tersebut sering dipertukarkan dalam penggunaannya.

Nah, menurut pakar bahasa Indonesia sekaligus wikipediawan, Ivan Lanin, ketiga kata tersebut sebenarnya memiliki perbedaan arti dan cara penggunaannya.

Perbedaan Namun, Tetapi, dan Tapi

Merujuk kepada buku “Recehan Bahasa” yang ditulis oleh Ivan Lanin, konjungsi Namun, Tetapi, dan Tapi memiliki perbedaan sebagaimana beikut ini,


Namun adalah konjungsi antarkalimat untuk menyambungkan dengan kalimat sebelumnya. la diletakkan di awal kalimat dan diikuti oleh koma. Dalam bahasa Inggris, konjungsi yang setara dengan namun adalah however.

Ungkapan akan tetapi dapat dipakai sebagai sinonim namun.

Tetapi adalah konjungsi intrakalimat untuk menyambungkan dua unsur setara di dalam suatu kalimat. la diletakkan di tengah kalimat dan didahului oleh koma. Dalam bahasa Inggris, konjungsi yang setara dengan tetapi adalah but.

Tapi adalah bentuk tidak baku dari tetapi. Konjungsi ini sebaiknya dihindari pemakaiannya dalam ragam formal.

Baca Juga: Hindari 7 Hal Ini Agar Tulisanmu Menarik


Contoh Penggunaan Namun, Tetapi, dan Tapi

Masih dalam buku yang sama, Ivan Lanin memberikan contoh penulisan dan penggunaan yang benar dalam kalimat. Hal ini bertujuan agar kita tidak sering menukar penggunaan ketiga konjungsi tersebut.

Contoh penggunaan yang tepat:

✓ Anak itu sebenarnya pandai. Namun, ia malas.

✓ Anak itu sebenarnya pandai, tetapi malas.

Contoh penggunaan yang kurang tepat:

X Anak itu sebenarnya pandai. Tetapi, ia malas.

X Anak itu sebenarnya pandai, namun malas.

Rumus Penulisan Agar Mudah Diingat

Ivan Lanin juga melengkapi tulisannya dengan rumus sederhana penulisan Namun, Tetapi, dan Tapi yang mudah diingat. Singkatnya begini:

Namun, … …
… …, tetapi/tapi … …

Asal Usul Konjungsi Namun, Tetapi, dan Tapi

Masih dalam buku “Recehan Bahasa”, hal 41, tetapi berasal dari kata Sanskerta tathapi. Sedangkan tapi, diduga sekadar pemendekan oleh pengguna. Adapun namun, sepertinya belum diketahui asal usulnya.

Nah, itu tadi penjelasan lengkap terkait dengan konjungsi Namun, Tetapi, dan Tapi. Sudah saatnya kita ‘naik kelas’ dengan memperhatikan kaedah-kaedah baku dalam menulis.

Bahasa Indonesia sangatlah indah. Perlu diingat pula bahwa baku tidak mesti kaku. Mari berkarya, Sahabat Portal Buku!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button