Motivasi

Penting, Suplemen Ini Dapat Menambah Kegemaran Menulis dan Membaca

“Buku adalah jendela dunia”.

Pernah mendengar kalimat tersebut? Tentu sangat akrab di telinga kita, bukan?

Kenapa sampai ada istilah demikian?

Mari simak jawabannya, ya!

Membaca dapat meningkatkan kualitas hidup serta menjauhkan dari jurang kebodohan

Hal ini sangat terlihat ketika ada 2 orang sedang berkumpul. Orang pertama rajin membaca. Sedangkan, orang kedua tidak pernah membaca, Sahabat Portal Buku sudah pasti bisa menabak bagaimana perbedaannya, kan? Yuk, semangat, ya!

Membaca buku akan menambah pengetahuan kita tentang apa yang ada di dunia ini

Misalnya, ketika kita membaca buku tentang negara Saudi Arabia dan sejarahnya, tentu saja akan menambah ilmu pengetahuan tentang negara yang dua tanah suci berada padanya.

Mendapatkan banyak informasi tanpa harus menanggung resiko untuk mendapatkan informasi yang kita cari

Misalnya ketika kita ingin mengetahui apa yang ada di dasar laut, kita tidak perlu menyelam terlebih dahulu untuk dapat mengetahui apa yang ada didalamnya. Cukup dengan kita membaca tentang ilmu kelautan, kita sudah bisa mendapatkan informasi yang kita cari.

***

Sangat menyenangkan, bukan? Hanya bermodalkan ‘kemauan’ untuk membaca, kita bisa mendapatkan banyak hal.

Tidak hanya ilmu dunia yang bisa kita dapatkan dengan membaca, tentu ilmu akhirat (agama) lebih-lebih memungkinkan untuk kita dapatkan dengan membaca.

Karena sudah tidak dipungkiri lagi bahwa para ulama, mereka tidaklah wafat kecuali meninggalkan karya tulisnya. Meskipun mereka telah tiada, namun karya-karyanya tetap ada.

Mereka tidak akan membiarkan ilmu yang mereka miliki hanya bermanfaat bagi dirinya. Oleh karena itu, mereka memanfaatkan sebagian waktunya untuk menulis agar ilmu yang mereka miliki bisa bermanfaat bagi generasi setelahnya.

Lantas, kita yang hanya bertugas membaca dan menelaah tanpa harus susah payah melakukan rihlah, akankah masih bermalas-malasan untuk membacanya?!

Perlu diingat, membaca merupakan salah satu pintu untuk mendapatkan ilmu, sedangkan menulis adalah sarana untuk mendapatkan ilmu tersebut.

Maka, jangan bosan-bosan untuk membaca dan menulis, Sahabat!

***

Sesekali bacalah biografi mereka, pasti akan didapati banyak kisah menakjubkan tentang kesemangatan mereka dalam menuntut ilmu, baik dalam hal membaca ataupun menulis karya.

Sebagai contoh saja, Ghalib bin ‘Abdirrahman Al-Muharibi rahimahullah semasa hidupnya mampu membaca kitab Shahih Bukhari lebih dari 700 kali. Sedangkan, Imam Adz-Dzahabi rahimahullah wafat dalam keadaan meninggalkan lebih dari 100 karya tulis.

***

Sahabat Portal Buku yang semoga dirahmati Allah.

Sebelum mengakhiri catatan singkat ini, ada sedikit cuplikan menarik dari sebuah perbincangan ringan saudara kita di salah satu ma’had (pesantren) di “Kota Udang”.

Ada yang bertanya: “Antum misalkan sudah bisa menguasai salah satu bidang ilmu agama, apakah antum ada keinginan/cita-cita untuk menulis sebuah karya tulis (buku)?”

Jawaban salah seorang santri: “Ya! Kalau bisa, kenapa enggak?!”

Lihatlah jawaban santri asal Indramayu ini! Jawabannya menunjukan keseriusan dan kesemangatannya dalam belajar, ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada jika ia mampu tuk menulis karya.

Kalau kita mampu (menulis karya), kenapa tidak (mencoba)? Tak ada salahnya mencoba, bukan?

***

Nah, sekarang seandainya pertanyaan tersebut diajukan kepada kita, kira-kira apa jawaban kita? Adakah keinginan tersebut?

Sederhana saja, mulailah dari hal kecil. Cobalah menulis untaian nasehat-nasehat yang bisa menambah semangat, insyaAllah bermanfaat.

Selamat mencoba, Sahabat!

Ditulis oleh An****, Sahabat Portal Buku dari Purbalingga

Satu komentar

  1. Selain suplemen buat pemuda,,,ayo dong kasih suplemen,trik,tips,,,apalah itu,biar anak usia dini,/TA cepat bisa menulis….
    Di tunggu ya admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button