Lautan Buku

Inspiratif: Bagaimana Cara Membiasakan Membaca Buku?

Saya punya dua teman.

Teman yang pertama pintar, punya keingintahuan yang tinggi. Namun, ia kurang suka baca buku, terus dia ingin membentuk kebiasaan membaca buku untuk memuaskan rasa keingintahuanya.

Dia sudah punya semangat membara untuk mulai membaca banyak buku. Dia memasang target harus membaca buku satu sampai dua jam sehari, dan buku-buku yang dibaca itu berat.

Disisi lain, teman yang kedua itu biasa saja. Namun, dia juga punya keingintahuan yang tinggi. Sama-sama kurang suka baca buku dengan teman yang pertama.

Namun bedanya, dia sadar dengan kemampuanya enggak bakal kuat untuk membaca banyak buku dalam waktu yang lama.

Akhirnya, dia memutuskan untuk membaca buku hanya 5–10 menit sehari. Itupun buku yang dibaca hanya buku-buku tipis seperti tips menjadi pintar di kelas, tips public speaking, dan lain sebagainya. Intinya, buku biasa dan enggak berat.

Setahun berjalan, menurut kalian, kira-kira teman yang mana yang tetap rajin membaca buku?

Secara logika, mungkin teman yang pertama, ya?

Ternyata enggak! Malah teman yang kedua yang makin rajin baca buku.

***

Teman yang pertama memang pintar, keingintahuan tinggi, sekaligus cerdas. Namun, dia terlalu memforsir energinya untuk menguasai sesuatu yang baru saja mau dia bangun —kebiasaan membaca.

Dia lupa, membaca ini perlu ketrampilan (skill). Sama seperti ketrampilan yang lain. Dia belum mempunyai ketrampilan dasar yang kuat seperti ini.

Akhirnya, kurang dari 2 minggu dia menyerah. Enggak kuat membaca buku lagi. Ya iyalah, membaca buku berat, dipaksa sejam sampai dua jam sehari.

Setiap kali ingin membentuk kebiasaan baru, kalian harus membangun fondasi dulu kayak gini:

Pelan-pelan, enggak usah terburu-buru. Emang siapa, sih, yang ngejar kalian? Wong bukan ujian juga, loh. Santai aja!

Saya sering banget ngomong gini di Quora atau ke teman saya.

“Yang paling penting di awal itu, kalau mau bentuk kebiasaan baru. Suka dulu. Biasaain dulu 5–10 menit. Biar enjoy. Dan mulai sesuai skill kamu —misal membaca, ya cari bacaan yang sesuai level kamu. Biar pikiran enggak terbebani.”

Kalau pikiran enggak terbebani, kemungkinan untuk melakukan ulang di hari berikutnya itu gede. Ya soalnya sudah enjoy, sudah gitu, bentar lagi.

“Loh kenapa kok dikit? Ya, soalnya kalau cuma segitu semua orang bisa, pasti bisa. Meluangkan waktu 5 menit untuk baca, emang susah, ya?

Mungkin ada yang bilang begini,

Kenapa kok bacaan sesuai skill? Saya kan mau menguasai ilmu Ushul Fikih langsung, karena itulah gunanya baca buku?

Sayangnya teorinya enggak gitu, ada tingkatanya, Bos! Kalem. Enggak ada yang instan di dunia ini.

Tau mie instan, kan? Itu aja perlu di masak dulu dengan sabar biar jadi kayak gini:

Sudah paham poinnya, kan, Sahabat?

Baik, gitu, ya! Mulai kecil dulu dan baca buku sesuai level, Sahabat. Sekarang, bisa lihat-lihat galeri buku. Besok langsung beli, deh, di Portal Buku. Hehe.

Tulisan di atas merupakan karya dari salah satu pengguna Quora dengan sedikit penyesuaian dari Portal Buku. Contoh dua teman di atas bukanlah sungguhan. Hanya permisalan.

Teks Akuan: Quora

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button