Berita

Awas Bahaya Buang Bungkus Paket Sembarangan, Ini 3 Tips Agar Tetap Aman

Aktifitas jual beli daring makin membudaya di masyarakat Indonesia yang memang dikenal konsumtif.

Hanya dengan sentuhan jari, kini kita bisa mendapatkan barang idaman tanpa harus repot keluar rumah.

Namun, masalahnya, banyak orang yang belum tahu akan dampak bahaya membuang bungkus paket sembarangan. Seolah hal ringan ini sepintas tampak biasa saja.

Padahal, hal itu bisa memberikan dampak kerugian yang besar dan kebocoran data pribadi yang bisa berakibat fatal.

Apa Bahaya Buang Bungkus Paket Sembarangan?

Bungkus paket memuat data pribadi penerima. Di situ, tercantum nama, alamat secara detail, dan nomor telepon.

Security Digital Trainer, Yerry Niko Borang –seperti yang dilansir Kompas mengatakan, jika data diri dibiarkan tercecer, ada sejumlah peluang kejahatan yang bisa dijadikan celah oleh pelaku kejahatan.

Satu di antaranya adalah melakukan transaksi keuangan.

“Ada banyak hal yang dapat dilakukan pelaku, salah satu metode yang diajarkan untuk para hacker-hacker agar memeperhatikan tempat sampah, karena sering ada data nama, alamat, nomor resi, dan lain-lain yang bisa dipakai untuk mereka ulang proses transaksi keuangan,” ujar Yerry saat dihubungi Kompas.com pada Minggu (2/8/2020).

Data Pribadi Digunakan untuk Mengakses Pinjol

Belum lagi, kini sedang marak pinjaman online (pinjol) fiktif. Pelaku memanfaatkan data pribadi orang lain yang didapat, salah satunya dari bekas bungkus paket.

Banyak warga mengeluhkan tiba-tiba dituntut pihak tertentu untuk melunasi hutang. Padahal, ia merasa tidak pernah meminjam sama sekali.  

Target Politik atau Iklan

Data-data personal yang diambil –seperti yang diberitakan Okezone bisa dipakai untuk rekayasa sosial hingga profiling (membuat profil pengguna). Misalnya demografi penduduk berdasarkan umur, lokasi, hobi, hingga jenis kelamin.

Kegiatan ini bisa digunakan sebagai cara untuk melakukan sosialisasi politik maupun target iklan di media sosial.

Bagaimana Cara Penjahat Mengumpulkan Data Pribadi?

Dalam sebuah wawancara eksklusif milik Asumsi, para penjahat siber biasa menghimpun data pribadi dari potongan-potongan data yang bocor. Bisa jadi, mereka mendapatkan dari tong sampah bekas paket yang masih tercantum jelas data penerima.

Lalu, sang penjahat siber mencari tambahan data pribadi target korban melalui media sosial.

Bahkan, yang lebih mencengangkan lagi, ternyata ada pasar gelap di media sosial yang menjual data-data pribadi semacam foto KTP dan foto selfie dari korban.

Apa Tips Aman Agar Data Pribadi tidak Bocor?

Meskipun demikian, Sahabat yang membeli buku di Portal Buku tidak perlu was-was. Berikut adalah 3 tips aman dalam membuang bungkus paket.

Berikut langkah-langkahnya –dilansir dari @dagadudjokja:

  • Ketika paket sudah selesai dibuka, ambil kembali bungkus yang masih terdapat data diri pribadi.
  • Hancurkan lembar yang masih ada data pribadinya, bisa dengan cara disobek-sobek atau dicoret-coret hingga tidak terlihat lagi.
  • Jika bungkus paket berupa kardus, Sahabat Portal Buku bisa simpan untuk digunakan kembali atau didaur ulang, sedangkan bila berupa plastik buanglah di tempat sampah anorganik.

Nah, itu tadi beberapa ancaman bahaya buang bungkus paket sembarangan beserta 3 tips aman agar data pribadi kita tidak bocor.

Baca juga: Pengemasan Paket Portal Buku Digemari Pelanggan, Ternyata Ini Rahasianya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button